Cara dan Tips Mengisi eHAC di PeduliLindungi

Ikuti Langkah Cara dan Tips Mengisi eHAC di PeduliLindungi, Syarat Bepergian Saat Ini

Sebelum bepergian ke dalam atau luar negeri, penting untuk memahami cara menyelesaikan eHAC di PeduliLindungi dengan tepat waktu. Menurut pemerintah, hal ini sesuai dengan upaya mereka untuk mengidentifikasi mobilitas masyarakat dan memerangi penularan virus Corona.

Simak langkah-langkah berikut untuk Tips Mengisi eHAC di PeduliLindungi

Berikut cara pengisian eHAC di PeduliLindungi dengan cara tercepat dan terefisien.

Proses pengisian eHAC di PeduliLindung cukup mudah. Hanya melalui aplikasi PeduliLindung Anda dapat menyelesaikan eHAC Anda kapan saja dan dari lokasi mana saja. Berikut ini adalah tahapan yang harus diikuti terkait dengan prosedur:

Anda bisa mendapatkan aplikasi PeduliLindungi dari AppStore atau Google PlayStore.

  1. Open aplikasi. Pilih opsi menu eHAC dari halaman utama.
  2. ‘Buat eHAC’ harus dipilih.
  3. Beberapa saat kemudian, dua alternatif akan muncul, berlabel “eHAC Internasional” dan “eHAC Nasional”. Tentukan pilihan Anda berdasarkan rencana perjalanan yang Anda antisipasi.
  4. Isi informasi pribadi Anda, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, jenis kelamin, tempat lahir, dan alasan perjalanan Anda, pada kolom yang sesuai.
  5. Menu tarik-turun akan muncul di kolom ‘Tujuan Perjalanan’ tempat Anda dapat memilih salah satu opsi. Misalnya, perjalanan, perjalanan bisnis, dan masalah yang berhubungan dengan pekerjaan.
  6. Jika demikian, pilih Berikutnya. Pada halaman kedua, Anda harus memasukkan kota tujuan Anda dan kota keberangkatan Anda. Selain nama maskapai, nomor penerbangan, nomor kursi, dan tanggal keberangkatan, Anda juga harus mengisi informasi berikut:
  7. Terakhir, klik Berikutnya dan konfirmasikan pilihan Anda pada halaman berikut.

Pelajari lebih lanjut tentang peraturan penerbangan domestik terbaru.

Telah dibahas cara pengisian eHAC di PeduliLindungi, serta keamanan informasinya. Selanjutnya mari kita ingat kembali kondisi terbang yang berlaku selama pelaksanaan Batas Kegiatan Masyarakat di Kawasan (PPKM).

🔴 TRENDING:  Sebelum Naik Pesawat, Anda Harus Melengkapi Aplikasi e-Hac PeduliLindungi Sebagai Syarat Melakukan Perjalanan Udara

Sesuai dengan Surat Edaran (SE) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Petunjuk Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Udara Selama Masa Pandemi COVID-19, telah diatur kriteria terbang selama periode PPKM terbaru. Mulai tanggal 3 November 2021, SE ini akan berlaku.

SE terbaru mengacu pada SE Satgas Covid-19 Nomor 22 Tahun 2021, serta Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 56/2021 dan 57/2021 yang diterbitkan pada tahun yang sama. SE menyatakan bahwa penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa dan Bali, serta penerbangan antar bandara di wilayah Jawa-Bali, dapat memanfaatkan antigen yang telah divaksinasi lengkap terhadap penyakit tersebut.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto dalam keterangannya, Rabu (11/3/2021) mengatakan, penerbangan dari atau ke bandara di Pulau Jawa dan Bali, serta penerbangan antar bandara di Pulau Jawa dan Bali.

Bagi pemudik yang sudah mendapatkan vaksin lengkap (dosis kedua), bisa menggunakan rapid antigen test maksimal 24 jam sekali, serta menunjukkan kartu vaksin sebelum keberangkatan, sesuai SE terbaru.

Jadi, apa yang terjadi pada mereka yang baru saja menerima dosis vaksin pertama? Sesuai petunjuk pengisian eHAC di PeduliLindungi, masyarakat yang baru menerima dosis vaksin pertama wajib menjalani tes PCR untuk memastikan tidak tertular penyakit. Penumpang harus menunjukkan kartu imunisasi serta hasil PCR negatif paling banyak tiga kali dalam kurun waktu 24 jam.

Menurut Novie, “Untuk penerbangan antar bandara di luar pulau Jawa dan Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil rapid antigen test negatif paling lama satu kali 24 jam, atau surat keterangan hasil RT-PCR negatif sampai dengan tiga periode 24 jam, dan kartu vaksin (dengan setidaknya dosis pertama vaksinasi) sebelum keberangkatan.”

🔴 TRENDING:  Pendaftaran Kartu Prakerja ke-24 di Prakerja.go.id; hanya tersedia 300.000 kuota!

Leave a Reply

Your email address will not be published.