Asuransi Mobil Syariah

Mengenal Asuransi Mobil Syariah dan Penggunaan Prinsip Akad

Ada sedikit hal yang membedakan antara asuransi mobil konvensional dengan asuransi mobil syariah. Pada asuransi syariah menerapkan prinsip hukum syariat dalam menjamin risiko kerugian finansial antara penanggung dan terganggu.

Sehingga dalam penerapannya terdapat sebuah akad yang disepakati dalam hukum agama Islam kemudian diterapkan dalam praktik asuransi. Kemudian hal ini akan menghindarkan adanya riba yang timbul dari penggunaan jasa asuransi.

Keuntungan bagi pihak penyelenggara asuransi bukan lagi didasari oleh hitungan riba yang ditetapkan. Melainkan sudah disepakati dengan sebuah akad dengan prinsip tolong menolong dan tidak ada pihak yang diberatkan.

Fungsi dari asuransi kendaraan akan memudahkan Anda apabila terjadi peristiwa yang tidak diinginkan terhadap objek asuransi, misalnya mobil. Pada asuransi mobil penyelenggara jasa asuransi berkewajiban memberikan jaminan keamanan finansial.

Keamanan finansial didapatkan dari kerugian yang tidak terduga. Misalnya akibat dari kecelakaan lalu lintas, kerusakan akibat bencana, musibah, bahkan kerusuhan. Karena hal tersebut sifatnya tidak terduga, sehingga mengancam kestabilan finansial.

Hindari Kerugian Finansial Mendadak dengan Menggunakan Asuransi Mobil Syariah

Banyak kasus terjadi seseorang mengalami bangkrut dan rugi secara finansial akibat dari sebuah peristiwa merugikan. Sehingga akan sangat penting bagi Anda memahami pentingnya sebuah asuransi.

Asuransi memberikan jaminan bagi objek yang diasuransikan untuk mendapatkan bantuan finansial terkait kejadian tersebut. Asuransi dapat sangat berguna pada saat Anda mengalami kerusakan maupun kehilangan mobil.

Pihak penyelenggara asuransi bertanggungjawab menanggung biaya kerusakan atau kerugian atas layanan yang digunakan. Karena pengguna asuransi juga menggunakan jasa ini dengan membayar secara rutin jasa asuransi.

🔴 TRENDING:  Cara Mendapatkan Asuransi Kredit Pemilikan Rumah

Meskipun begitu, setiap jasa asuransi memiliki aturan ketetapan terhadap biaya yang ditanggung atas kerusakan atau kehilangan. Tidak semua penyedia jasa asuransi memberikan biaya tanggungan secara menyeluruh.

Berbeda dengan asuransi jiwa yang menanggung diri Anda secara pribadi. Asuransi mobil syariah lebih berfokus pada kendaraan mobil Anda saja. Tidak beserta individu terkait dalam sebuah peristiwa musibah, contohnya kecelakaan.

Apalagi melihat data yang tercatat oleh pihak POLRI (Kepolisian Negara Republik Indonesia), bahwa kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian ketiga tertinggi. Pada tahun 2018 tercatat 103.672 kasus.

Angka tersebut cenderung naik dari tahun ke tahun. Jika ditelisik secara mendalam, tingginya mobilitas masyarakat akan sangat mempengaruhi angka kecelakaan. Namun, tidak usah dirisaukan meskipun hal demikian bisa dihindari.

Pendekatan Prinsip Syariat yang Perlu Diketahui

Jika terjadi akan sangat lebih aman jika memiliki asuransi jiwa dan asuransi kendaraan. Setidaknya akan membuat Anda merasa lebih terlindungi dengan adanya tanggungan biaya tidak terduga akibat dari sebuah musibah.

Secara praktik dan layanan, asuransi mobil konvensional dengan asuransi mobil syariah hampir sama. Terutama memiliki kesamaan pada layanan, premi, dan fasilitas bengkel. Tergantung jenis asuransi yang disepakati.

Anda bisa memilih antara asuransi yang mencakup TLO (Total Loss Only) dengan biaya ganti rugi dengan kerusakan diatas 75%. Atau bisa memilih All Risk (komprehensif) dengan biaya tanggungan secara menyeluruh.

Secara prinsip keduanya memiliki perbedaan landasan dalam melaksanakan praktik asuransi. Pada asuransi konvensional menggunakan prinsip jualbeli dengan orientasi keuntungan kedua belah pihak. Sedangkan syariah menggunakan prinsip tolong menolong atau ta’awuni.

Asuransi mobil syariah menggunakan sebuah akad dalam pengelolaan dana nasabah yang dilandasi wakalah bil ujrah. Keuntungan yang diberikan dilandasi atas upah jasa pengelolaan dana asuransi.

🔴 TRENDING:  Asuransi Mobil Jogja yang Lengkap dan Menguntungkan

Kemudian dana yang dikelola tersebut digunakan sebagai biaya atas insiden yang dialami oleh nasabah asuransi. Sangat dimungkinkan apabila dana yang digunakan untuk biaya atas insiden menggunakan dana nasabah lain.

Dalam mengelola dana nasabah asuransi sangat diperbolehkan diinvestasikan oleh penyelenggara asuransi pada sektor lain. Asalkan tidak menyalahi aturan syariat Islam pada asuransi mobil syariah. Jika terjadi demikian, maka menyalahi prinsip.

Leave a Reply

Your email address will not be published.